Skinpress Rss

Rabu, 08 Desember 2010

Hari Anti Narkoba Internasional

0

Terkait dengan pencanangan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) pada 26 Juni 2009, para atlet Indonesia diharapkan dapat berprestasi tanpa narkoba.
Sekjen DPP Granat, Ashar Suryobroto di sela-sela Deklarasi Hari Anti Narkoba Internasional "Gerakan Indonesia Bersih 2015" di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Jumat (26/6) mengatakan, Ancaman Narkoba mengarah kepada seluruh komponen masyarakat.

"Tak terkecuali para atlet. Kami imbau atlet jangan sampai terpengaruh oleh narkoba, bahkan ketika mengejar prestasi," ujar Ashar.

Seperti dilansir Antara, deklarasi yang juga dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dan digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) dihadiri sekitar 30 ribu warga masyarakat dan LSM yang tergabung dalam gerakan anti narkoba, termasuk Gerakan Anti Narkotika (Granat) yang dipimpin Ashar Suryobroto.

Ashar memaparkan, kejahatan narkoba yang merambah di segala unsur masyarakat benar-benar sangat membahayakan generasi muda, karena dilakukan secara terorganisir, profesional, sistematis dan konsepsional.

"Maka dari itu untuk memeranginya harus dihadapi dengan cara yang sama. Seperti dikemukakan Presiden, diantara 100 warga dunia empat diantaranya sudah menjadi korban kejahatan Narkoba. Di Indonesia pun jumlah korbannya cukup mengkhawatirkan," ujarnya.

Hal itu, lanjutnya, adalah suatu kondisi yang tak dapat didiamkan karena akan menghancurkan generasi muda.

"Untuk di kalangan atlet bukan tak mungkin diantara obat-obatan terlarang (doping) juga mengandung Narkoba. Maka kami juga mencanangkan agar para atlet dan selebriti hendaknya jangan berprestasi karena didukung Narkoba," tutur Ashar yang juga Ketua Komisi Keamanan PSSI.

Mengacu kepada bintang sepak bola Argentina, Diego Maradona, Ashar berharap hanya Maradona yang pernah menjadi korban kecanduan kokain di kalangan olahragawan.

Menurutnya, jika Maradona bukan seorang pesepakbola yang memiliki harta kekayaan, maka kehidupannya sudah hancur.

Ashar mengungkapkan, penyelenggaraan dan Deklarasi Hari Anti Narkoba Internasional juga digelar di beberapa kota besar di Indonesia.

Di Jakarta, deklarasi juga ditandai dengan pengangkatan Duta Anti Narkoba dari lima sosok publik figur yakni Miss Indonesia Karenina Sunny Halim, pembalap Roy Haryanto, presenter Farhan, artis Tengku Wisnu dan multi talenta Frida Lucyana.

Ashar menambahkan, publik yang hadir dan antusias dalam pagelaran Deklarasi Anti Narkoba Indonesia Bersih 2015 yang diisi dengan sederet artis di panggung hiburan ini tidak sampai menginjak-injak rumput lapangan SUGBK. Acara yang dimulai pukul 14.00 berakhir pada pukul 19.00 WIB.

"Pihak penyelenggara dan pejabat BNN juga menyadari dan telah mengimbau para penonton jangan sampai menginjak rumput lapangan sepakbola. Alhamdulillah kekhawatiran akan rusaknya rumput stadion tidak terjadi," ujarnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

komentar anda